sate surobayan

CATATAN, KOMENTAR, DARIKU

Thursday, September 07, 2006

Anda percaya millis?

Apakah anda percaya pada millis?
Bagi anda yang belum tahu apa itu millis, mungkin penjelasan saya ini dapat membantu.
Millis, menurut pengamatan saya, adalah sebuah forum diskusi lewat perantaraan email, tentu ada wadahnya sebagai pengelolanya. Anda harus mempunyai email untuk dapat mendaftarkan diri dalam forum tersebut. Selanjutnya anda dapat secara aktif mengirimkan email berisi pendapat anda tentang apa saja topik yang sedang dibicarakan atau secara pasif menerima email dari anggota lainnya. Ya, setiap anggota lain mengirimkan email kepada pengelola, anda sebagai anggota juga secara otomatis menerima email tersebut. Apabila anggota aktif millis tersebut banyak, anda pun akan menerima "bom" email setiap hari bahkan setiap jam.
 
Trus apa masalahnya sih?
Anda mungkin bertanya demikian. Meskipun saya bukan anggota millis tertentu, meskipun saya pernah menjadi anggota millis Mitshubisi Kuda, b2wIndonesia, IbuAnak dll tapi karena akses internet terbatas dan "bejibun"nya email masuk jadi saya batalkan saja, saya sering mendapatkan kiriman email dari temen yang men'forward" (mengirimkan kembali) email yang bersumber dari millis.
The point is... isinya kadang-kadang provokatif dengan melandaskan agama tertentu (tanpa menuduh) misalnya gak usah belanja di supermarket "anu" karena dia itu penyumbang terbesar di negara "x" lo! atau hati-hati produk "a" karena mengandung "ini dan itu" yang berakibat buruk bagi anda atau saya sakit "berat" setelah berobat kemana-mana akhirnya ke dokter "b"  yang alamatnya di RS "Putih" akhirnya sembuh lo! dan atau atau yang lain...
 
Pernahkah anda berfikir, bener nggak sih isinya, atau hanya sekedar iseng aja? Coba anda pikirkan, apakah sumber pertama pengirim emai tersebut bener-benar mengetahui hal sebenarnya atau tidak, atau hanya dilandasi kebencian buta terhadap orang atau institusi tertentu? pernahkan anda berfikir kalo anda digiring untuk berpendapat tertentu sesuai keinginan pengirim email itu?
 
Pendapat saya adalah boleh saja menerima email itu namun mengirimkan kembali adalah hal yang cukup riskan, terutama yang anda belum yakin benar atas informasinya. Bagaimana kalo orang berpendapat salah karena kiriman anda itu? Jadi teliti dulu supaya anda yakin benar atas informasi itu. Memang memakan waktu sih, tapi kenapa tidak anda coba untuk lakukan ya?
inget...
Kita tidak tahu kalo yang kelihatan berkokok di layar monitor anda sebenarnya diseberang sana adalah anjing!
 
maaf kalo tidak berkenan n silahkan komentar anda...

 
 
 

1 Comments:

Post a Comment

<< Home